Programming Talk #1: Membuat Film Dari Rumah

Dipublikasikan 18/03/21
Penulis: Azizah Nurul Hikmah


Seperti yang kita tahu semenjak awal tahun 2020 di Indonesia dan seluruh dunia sudah memasuki situasi pandemi Covid-19, karena situasi pandemi ini para sineas pelajar atau filmmaker lainnya memproduksi film mengikuti protokol kesehatan atau dari rumah. Tidak sedikit para pelajar mengangkat tema pandemi Covid-19 dan menceritakan perasaan mereka di masa sulit ini melalui film pendek. Eksekusi tema tersebut dapat disampaikan dengan memasukkan unsur - unsur yang menjadi kebiasaan kita di masa pandemi, seperti shooting melalui video conference.


Septa Yudhistira Pratama, S.I.Kom. adalah pembimbing yang sudah berkecimpung di perfilman sekitar 10 tahun dan seorang programmer DDF. Kak Septa yang juga sudah beberapa kali membuat film di masa pandemi, berbagi sedikit mengenai kekurangan dan kelebihan dalam membuat film di masa pandemi, “Untuk shooting di masa pandemi itu sendiri ya pasti kekurangannya lebih ke crew yang gak bisa banyak dan musti cermat memilih lokasi, udah pasti harus menghindari tempat yang umum atau tempat - tempat yang dapat memancing keramaian karena pastinya butuh perizinan, kalau untuk kelebihannya jujur agak sulit sih… karena mau gak mau segala macam hal yang bisa kita lakukan sebelum pandemi jadinya serba terbatas.” ungkapnya.


Menurut Nanda Ameera, seorang sineas pelajar dan siswi kelas XI dari SMA Islam Dian Didaktika yang sudah beberapa kali membuat film di masa pandemi, mengungkapkan bahwa hasil produksi film di masa pandemi masih jauh dari ekspektasinya, “Jujur, belum. Bahkan sangat jauh dari ekspektasi, tapi setidaknya dari situ aku jadi banyak belajar. Pokoknya ada banyak hikmah yang bisa diambil di masa pandemi ini.” sebut Ameera. 


Ada tips dari Kak Septa yang dapat membantu kita mencapai totalitas dalam membuat film di masa pandemi. Yang pertama adalah konten, pastikan kamu mengangkat cerita yang kekinian dan mengangkat isu - isu yang kuat, seperti mengambil value atau sidestory dari pandemi Covid-19 yang terkait dengan kehidupan kalian, karena setiap orang masing - masing mempunyai cerita yang menarik dan unik. Yang kedua dari segi teknis, karena alat - alat menjadi terbatas kita harus kritis dalam melihat kondisi dan pandai memanfaatkan peralatan secara efektif.


Dengan ini, DDF ingin memaksimalkan potensi - potensi para sinea pelajar. DDF mendorong kalian untuk terus berkarya melalui film walau dengan keterbatasan di masa pandemi. Kalian bisa membuat film dengan mengikuti protokol kesehatan, dari rumah dengan teman - teman kalian, atau dari rumah masing - masing menggunakan video conference. Hal tersebut juga menjadi faktor ditambah nya kategori pelajar yang ingin mendaftarkan film pendek mereka secara individu di DDF. Dengan cara dan media shooting apapun, DDF tetap membuka kesempatan bagi para pelajar untuk berkreatifitas dan memaksimalkan potensi - potensi mereka. Jadi, jangan ragu untuk terus berkarya melalui film dan daftarkan diri kalian di DDF 2021!